Rabu, 26 Maret 2014


A.  Klasifikasi Dikotom dan Kunci Determinasi
Pada awalnya dalam klasifikasi, makhluk hidup dikelompokkan dalam kelompok-kelompok berdasarkan persamaan ciri yang dimiliki. Kelompok-kelompok tersebut dapat berukuran besar hingga kelompok kecil dari segi jumlah anggota kelompoknya. Kelompok-kelompok tersebut disusun berdasarkan persamaan dan perbedaan. Makin ke bawah persamaan yang dimiliki anggota di dalam tingkatan klasifikasi tersebut makin banyak dan memiliki perbedaan makin sedikit. Urutan kelompok ini disebut takson. Orang yang pertama melakukan pengelompokan ini adalah Linnaeus (1707-1778) berdasarkan kategori yang digunakan pada waktu itu.

1.   Kriteria Klasifikasi Tumbuhan
Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan. Berikut contohya.
a.    Organ perkembangbiakannya: apakah dengan spora atau dengan bunga.
b.  Habitus/perawakan tumbuhan waktu hidup: apakah tegak, menjalar atau merambat.
c.  Bentuk dan ukuran daun.
d.  Cara berkembang biak: seksual (generatif ) atau aseksual (vegetatif)

2.   Kriteria Klasifikasi Hewan
Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan,para ahli juga mengklasifikasi dengan melihat kriteria berikut ini.
a.    Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
b.   Kerangka (skeleton): apakah kerangka di luar tubuh (eksoskeleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton)
c.   Anggota gerak: apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.

3.   Kunci Determinasi
Kunci determinasi merupakan suatu kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi adalah seperti berikut.
a.    Kunci harus dikotomi.
b.  Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik, contoh:
1)     tumbuhan berumah satu …
2)   tumbuhan berumah dua …
c.  Pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif sehingga satu bagian bisa diterima dan yang lain ditolak.
d.  Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang bersifat relative dalam kuplet, contoh: panjang daun 4-8 cm, daun besar atau kecil.
e.  Gunakan sifat-sifat yang biasa diamati.
f.   Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.
g.   Setiap kuplet diberi nomor.
h.  Buat kalimat pertanyaan yang pendek.

B. Kelompok Makhluk Hidup yang Berukuran Kecil
(Mikroskopis)
Tahukah kamu ada benda hidup yang berukuran sangat kecil? Tempat hidupnya di mana-mana,misalnya di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Pada Gambar 3.6. kamu dapat melihat bakteri Escherichia coli yang dilihat dengan mikroskop elektron (a) dan dengan mikroskop cahaya menggunakan pewarnaan (b).
Gambar. 3.6. Escherichia coli dilihat dengan mikroskop elektron (a) dan Escherichia coli dilihat dengan mikroskop cahaya (b)
Sumber: http://www.pyroenergen.com/articles08/escherichia-coli-o157h7.htm (a)
http://commons.wikimedia.org/wiki/File:Escherichia_coli_Gram.jpg (b)

Pada pengamatan makhluk hidup yang berukuran kecil, kamu memerlukan alat bantu yang disebut mikroskop. Sebelum memulai kegiatan ini, sebaiknya kita mempelajari terlebih dahulu tentang mikroskop dan bagaimana cara menggunakan mikroskop tersebut.

1. Bagian-bagian Mikroskop
Pada Gambar 3.7 dan Tabel 3.2 kamu dapat memperlajari mikroskop cahaya beserta bagian-bagian dan fungsinya,kamu juga akan mengenal mikroskop elektron yang biasa digunakan untuk melihat mikrorganisme yang tidak dapat dilihat oleh mikroskop cahaya.
A.  Klasifikasi Jamur
Jamur atau fungi termasuk ke dalam kelompok tumbuhan yang tidak mempunyai klorofil (zat hijau daun) sehingga bersifat heterotrof. Berikut adalah ciri-ciri dari jamur (fungi):
·         Mempunyal membran Intl (eukariot), tetapi dapat membuat makanan sendiri kanena mengandung kiorofil. Jamur memperoleh makanan dari lingkungan di sekitarnya.
·         Jamur bersel banyak (multiseluler) terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa.
·         Cabang dan hifa disebut dengan miselium yang berfungsi menyerap makanan dan substratnya.
·         Bersifat saprofit dan parasit.
·         Berkembang biak secara aseksual dan seksual.
·         Perkembangbiakan secara aseksual dilakukan oleh jamur yang bersel tunggal (uniseluler), yaitu dengan pertunasan dan pemutusan hifa (fragmentasi).
·         Perkembangbiakan secara seksual dilakukan dengan membentuk askus spora.
Klasifikasi Jamur (Fungi)
Secara filogenik, jamur diklasifikasikan menjadi empat kelas, yaitu:
a.    Zygomycota
Tubuh Zygomycota tersusun atas hifa senositik yang tidak bersekat. Sekat hanya ditemukan pada hifa bagian tubuh yang membentuk alat perkembangbiakan. Zygomycota memiliki tiga jenis hifa, yaitu Stolon(hifa yang menjalar di permukaan substrat), Rizoid (hifa yang menembus ke dalam substrat), danSporangiospor (hifa yang menjulang ke atas membentuk sporangium).

Ciri khas dari jamur jenis ini ada pada cara perkembangbiakan kawinnya, yaitu melalui peleburan gamet yang membentuk zigospora. Sedangkan, perkembangbiakan tidak kawinnya dengan sporangium. Contoh:
1)   Rhizopus stolonifer, pengurai bagian sisa organik pada tanaman ubi jalar dan dimanfaatkan pada proses pembuatan tempe.
2)   Mucor mucedo, hidup secara saprofit pada roti atau kotoran hewan.

b.   Ascomycota
Tubuh tersusun atas miselium dengan hifa yang bersekat (bersepta). Pada umumnya, hidup di lingkungan berair, bersifat parasit pada tumbuhan dan saprofit pada sampah. Ascomycota memiliki spora yang terdapat pada kantung-kantung penyimpanan yang disebut askus (konidia).

Ciri khas pada jamur jenis ascomy adalah pada perkembangbiakan kawin membentuk askospora. Perkembangbiakan tidak kawinnya dilakukan dengan membentuk konidium, tunas dan fragmentasi. Jenis jamur ascomycota ada yang uniseluler, yaitu Saccharomyces cereviceae atau dikenal dengan (yeast).

Berdasarkan bentuk askokarp yang dihasilkan, jamur ascomycota terbagi menjadi empat, yaitu:
1)   Kleistotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang memiliki askokarp berbentuk bulat tertutup (ciri dari kelas Plectomyces). Contoh: jamur dari genus Penicillium dan Aspergillus.
2)   Peritesium, yaitu kelompok jamur yang memiliki askokarp berbentuk botol (ciri dari genus Pyrenomycetes). Contoh: NeurosporaRoselinia arcuata, dan Xylaria tabacina.
3)   Apotesium, yaitu kelompok jamur ascomycota yang askokarpnya berbentuk seperti cawan atau mangkok. Contoh: Peziza aurantia (hidup sebagai saprofit di sampah), Marshella esculenta danTuber sp. yang dimanfaatkan sebagai makanan.
4)   Askus te-lanjang, yaitu golongan jamur ascomycota yang tidak memiliki askokarp (tidak membentuk badan buah) dan merupakan ciri dari kelas Protoascomycetes. Contoh: Saccharomyces cereviceae, Candida albicans, dan Tricoderma.
Contoh jamur jenis ascomycota beserta peranannya, yaitu:
·         Aspergillus oryzae, sebagai pelunak adonan roti.
·         Penicilium notatum dan Penicilli chrysogenum sebagai penghasil antibiotik penisilin.
·         Aspergillus wentii, yang dimanfaatkan dalam pembuatan kecap.
·         Candida albicans, penyebab penyakit kandidiasis, yaitu penyakit pada selaput lendir mulut vagi-na dan saluran pencernaan.

c.   Basidiomycota
Ciri umum jamur ini adalah hifanya bersekat dikariotik (setiap sel memiliki inti sel yang berpasangan). Bentuk tubuh makroskopis sehingga dapat dilihat langsung, bentuk tubuh buahnya (basidiokarp) yang menyerupai payung dan terdiri atas batang dan tudung.

Bagian bawah tudung terdapat lembaran-lembaran bilah sebagai tempat terbentuknya basidium. Perkembangbiakan tidak kawin ditandai dengan pembentukan konidium. Sedangkan, fase perkembangbiakan kawinnya dengan pembelahan basidiospora yang terbentuk pada basidium yang berbentuk ganda.

Sebagian besar jamur jenis ini dimanfaatkan sebagai makanan karena mengandung nilai gizi yang tinggi. Contoh:
1)     Jamur merang (VoIvarieIIa volvaceae), hidup pada lingkungan dengan kelembapan tinggi dan dimanfaatkan sebagai bahan makanan.
2) Jamur kuping (Auricularia polytricha), tubuh berwarna cokelat kehitaman, hidup sebagai saprofit pada kayu lapuk, dan umumnya digunakan sebagai campuran sup.
3)     Jamur shitake, hidup pada batang kayu dan banyak dibudidayakan di Jepang dan Cina sebagai bahan makanan.
4)     Puccinia graminis, merupakan parasit pada rumput.
5)     Ganoderma applanatum, penyebab kerusakan pada kayu.

d.   Deuteromycota
Ciri umum jamur ini adalah hifa bersifat membentuk konidia dan belum diketahui fase perkembangbiakannya sehingga sering disebut sebagai fungi imperfecti (jamur tidak sempurna). Hidup sebagai parasit. Contoh:
1)     Tinea versicolor, yaitu penyebab penyakit panu pada kulit.
2)     Microsporium, yaitu penyebab penyakit pada rambut dan kuku.
3)     Epidermophyton floocossum, yaitu penyebab penyakit pada kaki atlet.



0 komentar:

Posting Komentar